 |
17/11/08 Praktek Aborsi, Dokter Gigi Ditangkap
I Ketut Arik Wiantara ditangkan Tim Reserse
dan Kriminal Kepolisian Sektor Denpasar Selatan, Bali, Senin (17/11).
Tersangka ditangkap karena diduga membuka kembali praktek aborsi. Bahkan,
seorang pasien yang diaborsinya meninggal. Dari rumah tersangka, polisi
menyita barang bukti yang digunakan berpraktek aborsi. Kasus ini
terungkap setelah Gusti Suartana melapor ke polisi pacarnya meninggal
karena aborsi di tempat praktek Wiantara. Korban yang berumur 30 tahun
tewas usai menggugurkan kandungannya yang baru berusia tiga bulan.
Wiantara tampaknya tidak pernah jera. Sebelumnya 2005 silam, tersangka
yang sebenarnya dokter gigi ini pernah divonis dua tahun penjaka dalam
kasus serupa. (Liputan 6SCTV) |
 |
05/08/2008 34 % Masyarakat Indonesia
Alami Gigi Sensitif
FKG Universitas Indonesia menggelar
aksi pemeriksaan gigi gratis di sebuah pusat ritel di Lebak Bulus pada
tanggal 5 Agustus 2008. Kasus gigi sensitif cukup besar jumlahnya di
Indonsia, sebuah hasil penelitian menunjukkan sekitar 34 % warga
Indonesia memiliki gigi yang sensitif.
Gigi yang sensitif terjadi akibat adanya abrasi pada gigi.
Ini terjadi akibat cara menyikat gigi yang terlalu kuat atau konsumsi
makanan-minuman yang mengandung asam sehingga merusak lapisan gigi
bernama dentin. Untuk mengetahui gigi sensitif
atau tidak bisa diketahui dengan cara minum air dingin, lalu apakah
terasa ngilu atau tidak. (Kompas)
|
 |
20/03/2008 Gubernur Jatim Buka Pameran &
Temu Ilmiah Kongres PDGI XXIII
Gubernur Jawa Timur, Kamis 20 Maret 2008
secara resmi membuka Pameran dan Temu Ilmiah yang diselenggarakan dalam
rangka Kongres Nasional PDGI XXIII; bertempat di Hotel Sangri-La
Surabaya. Pembukaan Kongres PDGI XXIII sendiri telah dilakukan di Istana
Wakil Presiden oleh Wapres Yusuf Kalla pada tanggal 17 Maret 2008.
Pada kesempatan ini diumumkan pula peraih
Anugerah Oral-B PDGI 2008 yang diberikan kepada penulis makalah ilmiah
terbaik yang dibawakan pada Kongres Nasinal PDGI XXIII. (DentamediaTV) |
 |
17/03/2008 Wapres Buka Kongres PDGI XXIII
Kongres Nasional PDGI XXIII yang berlangsung di Surabaya
pada tanggal 19-22 Maret 2008 dibuka oleh Wapres Yusuf Kalla di Istana
Wakil Presiden Jakarta pada tanggal 17 Maret 2008.
Dalam sambutan tanpa teksnya, Wapres mengatakan fenomena banyaknya
pasien yang berobat ke luar negeri adalah fenomena pergeseran
kepercayaan, karena sebenarnya peralatan rumah sakit di luar negeri
tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Saat
berkunjung ke Singapura, Kalla melihat pelayanan tenaga kesehatan jauh
lebih intensif, salah satu penyebabnya adalah karena perbandingan jumlah
dokter dan pasiennya yang kecil.(Inilah TV) |
 |
02/12/2007 Juniarti Dokter Gigi Penyandang Cacat
Kemampuan dokter ini
sungguh luar biasa. Bagaimana tidak istimewa, Juniati Effendy mampu
berkomunikasi dengan pasiennya hanya dengan membaca gerak bibir. Bagi
Juniati, penyandang tuna rungu yang telah menjadi dokter gigi selama 35
tahun lebih, hal itu bukan halangan besar.
Saat
ditemui SCTV belum lama berselang, dokter gigi Juniati menuturkan,
awalnya ia bercita-cita menjadi dokter umum. Namun karena butuh waktu
yang lama dan tidak bisa menggunakan stetoskop akhirnya dia beralih
menjadi dokter gigi.Juniati
yang kini telah berumur 60 tahun berharap kedua anaknya yang juga
penyandang tuna rungu dapat membantu sesamanya. (Liputan6SCTV) |
 |
06/09/2007 Mahasiswa FKG Unhas Demo
Ratusan
mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makassar,
Sulawesi Selatan mogok kuliah dan mengusir dosen mereka dari kampus,
Kamis (6/9). Aksi dipusatkan di klinik gigi Kampus Baraya Makassar. Para
mahasiswa menduduki gedung perkuliahan dan ruang praktikum. Akibatnya,
seluruh kegiatan akademik di fakultas tersebut lumpuh total.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa mengenakan pita hitam
pada lengan mereka sebagai tanda berkabung. Mereka juga membakar baju
ko-asisten sebagai bentuk protes atas kebijakan kampus yang dinilai
menindas. (Metro TV) |
 |
03/08/2007 Pasta Gigi Maxam Hasil Sitaan Dimusnahkan
Balai
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang, Jawa Tengah, menyita
ratusan kotak pasta gigi merek Maxam di sejumlah toko, belum lama ini.
Petugas kemudian langsung membawa pasta gigi asal Cina itu ke tempat
pembuangan akhir untuk dimusnahkan. Petugas BPOM hingga kini masih terus
mengawasi beredarnya pasta gigi berbahaya tersebut.
Sementara di Medan, Sumatra Utara, BPOM setempat sudah mengendus upaya
pengalihan produk berbahaya keluar Kota Medan, seperti ke Asahan,
Tanjungbalai, Simalungun, dan Pematang Siantar. (Liputan6SCTV) |
 |
26/07/2007 Permen dan Pasta Gigi
Mengandung Bahan Berbahaya Mulai Ditarik
Kepala
Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Husniah Rubiana Thamrin menyatakan
mulai Kamis (26/7) ini, tujuh jenis permen dan empat pasta gigi dari
China yang sebelumnya dinyatakan mengandung bahan berbahaya akan ditarik
dari peredaran. Saat ini, Badan POM bekerja sama dengan Bea dan Cukai
masih meneliti dan mengecek makanan dan obat-obatan lain yang memiliki
kandungan dan membahayakan konsumen.
Sebelumnya Badan POM mengumukan menemukan tujuh produk
permen asal China mengadung formalin. Merek yang tercantum pada permen
adalah White Rabbit Creammy Candy, Yum Boy, Clasic Candy, Plum dan Black
Current. (Metro TV) |
 |
02/10/2006 Menkes Melepas Dokter dan Dokter Gigi Ke Daerah Terpencil
Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, Senin (2/10/2006) pagi, melepas
keberangkatan 222 orang dokter umum dan gigi ke daerah terpencil dan
sangat terpencil di 20 propinsi di Indonesia. Mereka terdiri dari 161
dokter umum dan 61 dokter gigi dengan status sebagai pegawai tidak tetap
(PTT).Sebanyak 86 orang dokter umum akan menempati daerah terpencil dan
75 orang lainnya akan ditempatkan di daerah sangat terpencil. Sementara
para dokter gigi, 28 orang akan bertugas di daerah terpencil dan 33
orang lainnya ditempatkan di daerah sangat terpencil. Sesuai dengan
peraturan Menteri Kesehatan Nomor 132 Tahun 2006, masa penugasan para
dokter PTT ini di daerah terpencil adalah satu tahun dan di daerah
sangat terpencil selama enam bulan. (Metro TV) |
 |
20/02/2006 Dokter Gigi RSUP Fatmawati
Diduga Melakukan Malpraktek
Yanto Situmorang dan
Dahaniar Lumban Gaol begitu terpukul dengan kematian buah hatinya.
Terlebih, mereka yakin tewasnya Joshua akibat kesalahan prosedur Rumah
Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan. Joshua meninggal setelah
mengalami pendarahan saat pencabutan gigi geraham atas oleh dokter
spesialis bedah mulut di RSUP Fatmawati, pekan silam.
Joshua berobat ke RSUP Fatmawati untuk periksa gigi dan pembengkakan
gusi yang tak kunjung sembuh. Dokter menganjurkan gigi bocah itu dicabut.
Namun bukannya sembuh, kondisi Joshua justru makin memburuk hingga
akhirnya tewas. (Liputan6SCTV) |
 |
30/04/2005 Konsil Kedokteran Indonesia
Terbentuk
Jumat 29 April 2008, Presiden mengambil
sumpah anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di Istana Negara. KKI
yang terdiri dari Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi
beranggotakan 17 orang dokter dari berbagai spesifikasi pelayanan. Untuk
pertama kalinya keanggotaan KKI ditetapkan presiden atas usul menteri
kesehatan sesuai dengan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran.
Tugas KKI antara lain adalah: meregistrasi
dokter, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter, dan melakukan
pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran. |
 |
15/02/2005
Dokter Gigi Dibekuk Membuka Praktik Aborsi
Seorang dokter gigi di Denpasar, Bali, diringkus Tim Reserse Kriminal
Kepolisian Daerah Bali setelah membuka praktik aborsi, Senin
(14/02/2005). Arik Wiantara sudah empat tahun membuka pelayanan jasa
menggugurkan kandungan.
Arik dibekuk atas laporan warga di Jalan Tukad Petanu, Gang Gelatik,
Denpasar. Warga curiga karena sebagian besar pasien yang berkunjung ke
tempat praktik Arik selalu dalam keadaan hamil. Menerima laporan itu,
polisi langsung bergerak dan menangkap Arik serta dua asistennya: Pande
Ketut Darmawan dan Susiati. Polisi juga menyita seperangkat tempat tidur
dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk aborsi. (Liputan6SCTV) |